Cara Remaja Melihat Dunia (2)

Melanjutkan diskusi yang mencerahkan yang saya alami beberapa waktu lalu dengan murid-murid saya (bisa dibaca di sini), kali ini saya menggali pemikiran mereka dalam situasi yang dipenuhi tekanan.

Dalam sebuah permainan papan (board game), setiap kotak berisi pandangan yang harus mereka nilai melalui pendapat pribadi terhadap pandangan tersebut. Namun sebelum mereka mengajukan pendapat, terlebih dahulu mereka harus mengambil kartu di sebuah tumpukan. Kartu-kartu tersebut berisikan 3 simbol, yakni +, -, dan +/-. Kartu + (positif) berarti mereka harus menyetujui apapun yang tertulis di sana, - (negatif) berarti harus ditolak, dan +/- (positif/negatif) berarti kebebasan memilih ada di tangan mereka. Nah, kembali ke kotak-kotak pandangan tadi, ada beberapa poin yang boleh dibilang menyentak. Sebenarnya pandangan tersebut dengan mudah didukung atau disanggah berdasarkan norma yang berlaku, namun apa jadinya bila si remaja ini terpaksa mengeluarkan pendapat yang sebenarnya tidak disukainya hanya karena ia memegang kartu yang salah? Yuk, kita simak sebagian pendapat yang jadinya ‘kontroversial’ tersebut.

1. Anak di bawah umur boleh memiliki akun Facebook (-)

“Sangat berbahaya bagi anak di bawah umur seperti saya untuk memiliki akun Facebook karena kami belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk ketika berinteraksi dengan orang lain di internet. Apalagi ancaman dari orang yang tak dikenal dan mempunyai niat jahat selalu menghantui.”Marsha, kelas 3 SMP

2. Anak seusia SMA sudah boleh berpacaran (+/-)

“Saya bingung karena bagi saya berpacaran di usia sekarang masih terlalu muda. Namun saya juga turut senang melihat teman-teman yang lain sudah memiliki pacar.”Bianca, kelas 1 SMA

3. Pasangan kekasih sebaiknya tinggal serumah terlebih dahulu sebelum menikah (+)

“Saya mendukung, karena tinggal serumah bagi pasangan kekasih akan memberi kesempatan bagi mereka untuk latihan hidup berumah-tangga sebelum benar-benar memutuskan untuk menikah. Apalagi tinggal serumah akan membantu memunculkan sifat-sifat asli kita sehingga keputusan untuk menikah akan lebih jujur.”Vincent, kelas 1 SMA

source: wildernessventures.com

Suasana diskusi berlangsung meriah dan lontaran pendapat dan diskusi terjadi di sana-sini sehingga melewati batas waktu dan terpaksa saya hentikan sebelum ada yang menang. Ketika kami membahas poin-poin penting, nampak beberapa dari mereka menjelaskan dengan raut muka tertekan. Akhirnya saya bertanya apakah hati nurani mereka nyaman dengan jawaban ‘settingan’ itu, dan mereka menjawab: tidak nyaman.

Sekali lagi ini menjadi bukti bahwa murid-murid saya mempunyai filter yang cukup kuat dalam menyaring informasi yang diterima dan tidak semua yang dari Barat atau tampak keren di dunia maya itu baik. Diskusi ini sekaligus menjadi pelajaran pembuka bahwa di masa depan, tidak semua isi nurani kita dapat disuarakan dan pada saatnya akan terbentur tekanan, seperti misalnya ketika kita sebagai Direktur Humas perusahaan harus menyuarakan kepentingan perusahaan meski mungkin bertentangan dengan nurani. Contoh: bagaimana mereka menyimak komentar humas Lapindo Brantas terhadap semburan lumpur Sidoarjo atau humas RS Omni menyikapi kasus Prita Mulyasari. Pada akhirnya, kedewasaan pemikiran merekalah yang akan menentukan.

I’m so proud of you, guys. :D

DISCLAIMER: harap pahami cerita di atas dalam konteks diskusi akademik di kelas, dan meski tulisan ini tidak memberikan kesimpulan akhir atas pandangan-pandangan itu, penyelesaian diskusi dan pelurusan moral telah dilakukan langsung pada sesi tersebut.

8 Thoughts on “Cara Remaja Melihat Dunia (2)

  1. Waah kereen! Saya sendiri selalu takut dengan pikiran anak jaman sekarang, which is ada banyak kelakuan bejat yang dilakukan dan tidak mau hal itu menimpa adek saya. Tapi pada akhirnya semua akan dikembalikan kepada bagaimana dia menilai dan memahami sesuatu.
    iQko recently posted..Jam karet; sudah menjadi kebiasaan?

    • indobrad on February 22, 2012 at 10:50 am said:

      banyak faktor juga sih, utamanya didikan keluarga dan sekolah. in this case murid2 saya beruntung namun ‘minoritas’. banyak anak lain yg tidak terbangun dan terpelihara filternya.

  2. wow.. pemikirannya luar biasa ya..
    mima recently posted..Dinda 3m

  3. anak2nya keren yaa…
    gurunya juga pasti keren..siapa sih ? kenalin dong..
    :D
    iPul dg. Gassing recently posted..Batas Ngeblog Itu Cuma Semangat

  4. waw bijaksana sekali ya anak2nya. :D
    Ilham recently posted..Tarot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Post Navigation