Tulisan berikut adalah lanjutan dari yang sebelumnya di sini.
Sejak tulisan pertama saya mengenai listrik prabayar dipublikasikan pada bulan Mei 2011, beragam tanggapan masuk hingga kini yang menunjukkan betapa perhatian masyarakat terhadap kebijakan baru PLN ini begitu besar. Menyimak berita-berita dan blog-blog yang mengulasnya, terlihat isu ini ditanggapi pelanggan dari beragam perspektif, dan tentunya, beragam emosi. Komentar-komentar yang masuk ke blog saya juga memperlihatkan emosi itu; umumnya para pengomentar mengeluhkan biaya yang tiba-tiba melonjak setelah migrasi ke prabayar dan juga token listrik yang agak susah didapatkan.
Bukan dengan maksud menyombongkan diri di depan Anda atau pun mengiklankan sesuatu dari PLN, namun selama hampir setahun ini saya tidak pernah mendapatkan masalah dengan meteran listrik prabayar di rumah. Bagaimana bisa?

Anda pernah menyimak lirik lagu ‘Belah Duren’ yang dipopulerkan oleh
Dalam kehidupan kaum profesional, pemutusan hubungan kerja alias pemecatan dapat terjadi pada siapa saja dan memang lazim dialami oleh orang-orang di sekitar saya bahkan saya sendiri. Beragam cerita tentang suka-duka pasca dipecat dari kantor sering terdengar; umumnya para pengangguran tersebut menyalahkan kantor yang tidak berperikemanusiaan dan rata-rata memendam rasa jengkel terhadap atasan yang bertatap mata dengan mereka saat putusan pemberhentian itu dilaksanakan. Wajar kan?!





About Me