Category Archives: Ramblings

Indonesian Ramblings

Bulan Puasa, Bulan Bukber

Well, hello.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman Muslim, tak terasa sudah hari ketiga ya. Sebagai orang yang tidak turut menjalankannya saya pun turut merasakan suasananya. Salah satu fenomena(?) yang mulai merebak begitu hari pertama puasa kicked in adalah rencana berbuka puasa bersama. OK, minggu pertama sepertinya masih off karena rekan-rekan Muslim biasanya fokus dengan keluarga masing-masing. Namun di minggu kedua biasanya mulai ramai acara-acara sosial yang digandengkan dengan kegiatan berbuka puasa. Saya sendiri bagaimana ya? Tidak sebanyak beberapa tahun lalu sih undangannya, ketika Facebook baru mulai mewabah dan rata-rata orang tiba-tiba ketagihan reuni; tahun ini undangan yang mampir/direncanakan baru sedikit saja:

1. Bukber di salah satu mall dengan teman-teman SMA, Sabtu ini

2. Bukber dengan teman-teman kuliah, jadwal tentatif

3. Bukber dengan deBlogger, jadwal tentatif

4. Bukber komunitas blogger lain, Sabtu ini

Sudah, baru empat saja?! Ah saya kurang pergaulan sekali! Hehehe

Teman-teman sendiri bagaimana? Sudah berapa undangan buka puasa bersama yang diterima?! :D

Indonesian Ramblings

Jika Aku Pindah Kota

Topik menarik kembali muncul di Daily Post beberapa hari yang lalu, ‘What Would It Take to Get You to Move?’; atau apa yang harus ada agar Anda mau pindah kota?! Seumur-umur saya belum pernah pindah ke kota lain untuk bekerja ya, semua berkutat dan berputar di Jakarta dan sekitarnya. Paling-paling tinggal di luar kota maksimal 1 bulan untuk pekerjaan, sesudah itu kembali lagi. Saya memandang kehidupan warga di kota lain dari kacamata warga Jakarta; hanya sisi unik dan menarik yang nampak sementara realita kehidupan jarang teramati. Memang itulah impresi yang didapat jika kita berkunjung ke sebuah daerah sebagai traveller, hanya sisi manis yang membuat kita selalu mengenang daerah tersebut dengan rasa rindu. Sementara itu jika kita berkunjung ke sana sebagai explorer, tinggal di sana beberapa waktu dan bergaul akrab dengan masyarakat lokal serta emosi kita larut dalam dinamika pemikiran setempat, maka ketiga macam perasaan yang lazim keluar pada masa adaptasi akan kita alami sebagai berikut:

- ‘Bulan Madu’: di mana segala sesuatu yang ada di daerah itu tampak manis dan romantis. Biasanya berlangsung 1-2 bulan pertama saja.

- ‘Neraka Dunia’: kita membenci segala sesuatu yang ada di daerah itu dan ingin cepat-cepat pergi dari sana. Emosi kita akan tambah naik apabila kita tidak bisa keluar juga oleh karena tuntutan studi, keluarga, dan pekerjaan. Fase ini bisa berlangsung selama 3-6 bulan.

- ‘Berdamai dengan Situasi’: kita telah merasakan baik-buruknya hidup di daerah tersebut dan semakin imbang dalam memahami situasi. Yang baik tidak selamanya indah dan yang buruk ternyata tidak terlalu jelek juga. Setelah kita dapat survive di daerah itu, fase ini akan lebih permanen durasinya.

Jadi kembali ke topik awal, bagaimana jika saya diminta pindah kota? Apa saja syarat-syaratnya?

read more »

Indonesian Ramblings

Mengubah Format Blog?

Gara-gara menyimak tulisan Ilman Akbar kemarin yang menjadi lebih sering posting karena mengubah format blognya menjadi ala Tumblr, saya jadi terinspirasi juga untuk mengubah theme blog ini. Idenya Ilman sederhana: ingin menulis postingan pendek-pendek, mencari tampilan lebih sederhana dan sebagai gantinya fokus kepada konten yakni memasang gambar, foto, dan menyajikan tulisan dengan blockquotes. Hasilnya: Ilman jadi menulis lebih sering karena tidak terlalu terbeban dengan theme blognya. Lalu ada manfaat lain yang Ilman tidak paparkan: loading blog jadi lebih ringan yang nantinya akan menghemat bandwith pula.

Saya setuju untuk mengubah themes menjadi lebih sederhana dan kalau bisa tanpa featured images, karena setiap kali menulis saya mesti pusing mencari gambar di Google dan di-upload ke blog (yang tentunya memakan tempat). Kalau nanti harus memasang gambar, biarlah saya menaruhnya di layanan gratisan kemudian link-nya ditarik ke mari. Namun setelah saya mengutak-atik blog ini sepanjang pagi saya menyerah deh. Saya tidak bisa tunduk pada ide simple-nya Ilman dan masih ingin memasang beberapa gambar inspiratif pada header blog saya.

Untuk sementara, theme Twenty Eleven yang merupakan penjelmaan theme Duster dari WordPress.com ini dapat menjadi kompromi bagi kebutuhan saya. Bagaimana? Cantik kan?!

Thanks bro Ilman! :D

Indonesian Ramblings

Surat Untuk Indobrad

DISCLAIMER: Di bawah ini saya menulis sepucuk surat yang ditujukan kepada diri sendiri untuk dibaca kembali dan dibalas, 6 bulan lagi.

===

read more »

Indonesian Ramblings

Lolos!

Sebuah kabar sukacita menyeruak di malam Minggu mendung ini: adik saya lolos Ujian Masuk Bersama dan diterima di Universitas Negeri Jakarta. Berikut buktinya:

Bahagia? Jangan ditanya. Rupanya dia diam-diam sudah bernazar akan lari keliling kompleks bila diterima. Kita lihat saja besok pagi. :D Sepertinya Rio, begitu biasa dia dipanggil, memang sudah mantap memasuki jurusan ini dan sudah disebut-sebut sejak tahun lalu. Dari sekian pilihan pada saat ujian, hampir semuanya adalah jurusan Sejarah di beberapa universitas. Ilmu Sejarah memang menarik meski kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan. Namun kalau memang seseorang sudah mantap, omongan apapun tidak akan menghentikan langkahnya.

Selamat ya! :D

Indonesian Ramblings

Memori Pertama

Sebuah pertanyaan menarik muncul di Daily Post yang mengajak pembaca blog tersebut untuk menuliskan ingatan pertama atau yang terkuat semasa kecil. Membaca pertanyaan itu saya jadi berpikir-pikir: ingatan apa yang pertama kali terekam ya? Masa kecil saya, seperti layaknya masa kecil Anda, mungkin hanya tinggal beberapa fragmen saja dan tidak mungkin lagi kita mengingat hari demi hari perjalanan hidup; bahkan semua event kemarin pun belum tentu kita ingat semua hari ini, bukan?

Nah, ingatan pertama yang saya ingat juga sudah samar-samar, namun sepertinya yang terekam pertama kali adalah gambaran pohon pisang dan tanah kosong di depan rumah di Cimanggis, Bogor (sekarang bagian dari Depok) yang belakangan berubah menjadi kompleks perumahan. Kalau pengalaman tinggal di rumah Cimanggis tentunya masih jelas di ingatan karena saya tinggal di situ sampai lulus SD. Gambaran yang diingat sangat lazim bagi anak kecil pada umumnya: bermain. Waktu itu samar-samar saya mendengar percakapan bahwa ada TK yang sedang dibangun di dekat rumah. Lalu saya juga pernah mendengar sewaktu kecil tentang pengalaman orang tua tinggal di Cikampek dan bahwa saya pernah tinggal di sana, mungkin sewaktu berusia 1-2 tahun namun tidak pernah saya ingat. Mungkin Mama saya (yang juga pembaca blog ini) bisa membantu mengingatkan?! :D

Sejauh itulah ingatan saya. Tulisan ini pendek karena memang tidak banyak yang bisa disharingkan. Anda sendiri, ingatan apa dari masa kecil yang terekam sampai sekarang? Ditunggu sharingnya. :D

===

Sumber gambar: thehealthage.com

Indonesian Ramblings

Jam Ideal Posting Blog

Beberapa hari ini saya tidak menulis sesuatu pun di blog untuk alasan yang sangat lebay: tidak ada waktu! Sebenarnya bukan tidak ada waktu namun saya memaksakan diri menulis dan mempublikasikan tulisan terbaru tersebut pada hari dan jam kerja dengan alasan supaya langsung dibaca dan dikomentari orang. Dan memang cara itu biasanya berhasil; postingan saya langsung menerima komentar perdana dalam menit-menit pertama setelah dipublikasi meski hanya sekadar PERTAMAX. :D

Namun benarkah kita perlu mempublikasikan blog di jam-jam tertentu?

read more »

Indonesian Ramblings

Bokin Kokay

A: “Calon bokin gw kokay, cing. Maklum keluarga cokin, pinter cari doku.
B: “Mantep dong, mana bahenol lagi kayak di pilem-pilem bokep!
A: “Ah gokil lu. Toket mulu yang dipikirin!
B: “Hehe, maapin dah. Eh lu kagak mokal make sepokat kayak gitu ke rokumnye?”

Apa yang melintas di pikiran Anda ketika membaca atau jika mendengar percakapan di atas? Tertawa geli atau malah jijik mau muntah? Dua-duanya adalah reaksi yang wajar menurut saya. :D Ngomong-ngomong Anda paham percakapannya gak sih? #eaaa. Atau malah sebagian kosakata pada percakapan itu tidak dimengerti?! Wajar juga kalau Anda tidak paham arti sebagian kata-katanya. Kata-kata ‘aneh’ itu lazim dipakai pada era 1970-an di Jakarta dan menjadi salah satu ragam varian Bahasa Indonesia, terlepas dari kritik yang menyertainya. Namanya Bahasa Prokem.

read more »

Indonesian Ramblings

Menikmati Gerhana Bulan

Saya belum pernah menyaksikan gerhana bulan.

Serius, selama hidup saya ada beberapa kali fenomena gerhana bulan namun saya gagal menyaksikannya karena cuaca yang tidak mendukung, atau karena saking seringnya gerhana bulan terjadi maka momen-momen tersebut terlewatkan begitu saja. Bagi saya gerhana bulan tidak sespektakuler gerhana matahari karena saya berpikir, ah apa yang dilihat pas gerhana bulan? Paling-paling gelap total! :D

Namun peristiwa gerhana bulan semalam menarik perhatian saya karena dua alasan: durasinya yang lama (100 menit) dan warnanya yang katanya merah darah. Ditambah lagi dengan adanya layanan live streaming sehingga kita tidak perlu bergantung pada cuaca jika mendung dan bebas dari kawalan nyamuk. :P Namun jadwalnya sungguh tidak manusiawi: mulai pukul 01.20 WIB dan totalnya dimulai pada jam 02.30. Padahal saya harus berangkat dari rumah jam 05.30 pagi untuk ke Mampang. Oh well, kapan lagi ada momen gerhana bulan. Jadilah saya mengorbankan waktu tidur yang ternyata tidak sia-sia.

read more »

Indonesian Ramblings

The ‘Killer’ Teacher

Setelah bulan Februari lalu saya pernah menulis tentang ‘Guru Terparah’, kali ini saya hendak berbagi cerita tentang guru lagi. Sebenarnya saya terinspirasi menulis tentang si guru ini dari topik yang diangkat oleh Dailypost berjudul “Write About Your Least Favorite Teacher” dan kira-kira apa yang bisa saya sampaikan padanya sekarang setelah dewasa. Namun setelah dipikir-pikir lagi, ternyata pandangan saya terhadap guru satu ini berbeda.

Mari, saya ajak Anda berkenalan dengan guru Ilmu Administrasi SMP saya, Pak Tarigan.

read more »

Copyright 2010-2012 | indobrad.web.id is supported by Viking KARWUR & Arman Satari