<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>indobrad.web.id</title>
	<atom:link href="http://indobrad.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indobrad.web.id</link>
	<description>walking the extra mile</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 03:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Jom Pegi KL Book Fair!</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 03:44:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arts & Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[jawi peranakkan]]></category>
		<category><![CDATA[KL Book Fair 2012]]></category>
		<category><![CDATA[pameran buku]]></category>
		<category><![CDATA[pesta buku antarabangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Anda sering ke pameran buku? Saya setiap tahun pasti menyempatkan diri pergi ke pameran buku di Jakarta yang umumnya berlangsung 2-3 kali setahun. Ajang terbesar biasanya berlangsung pertengahan tahun saat libur sekolah dan bertempat di Istora Gelora Bung Karno. Namun meski industri penerbitan Indonesia sudah sangat ramai dan jumlah pamerannya sudah memadai untuk ajang promosi <a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1055" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-hotel/" rel="attachment wp-att-1055"><img class="size-full wp-image-1055" title="kbf-hotel" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-hotel.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Seri Pacific Hotel, salah satu pintu masuk ke Putra World Trade Centre tempat diadakannya KL Book Fair</p></div>
<p style="text-align: justify;">Anda sering ke pameran buku? Saya setiap tahun pasti menyempatkan diri pergi ke pameran buku di Jakarta yang umumnya berlangsung 2-3 kali setahun. Ajang terbesar biasanya berlangsung pertengahan tahun saat libur sekolah dan bertempat di Istora Gelora Bung Karno. Namun meski industri penerbitan Indonesia sudah sangat ramai dan jumlah pamerannya sudah memadai untuk ajang promosi buku-buku terbaru, nyatanya selalu terasa ada yang kurang ketika menghadiri pameran tersebut. Keluhan utama terletak pada fasilitas ruangan yang sempit dan kadang pengap dan jalur lalu-lintas pengunjung sangat sempit dan ditambah lagi dengan pengeras suara di banyak stand berbunyi maksimal meneriakkan promosi. Wow!</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itulah saya melonjak girang ketika <a href="http://anazkia.com" target="_blank">Anazkia</a>, sahabat blogger Indonesia di Malaysia, mengabarkan bahwa <a href="http://kualalumpurbookfair.my/2012/about-klibf/" target="_blank">KL Book Fair 2012</a> tengah diadakan bertepatan dengan kunjungan saya ke sana. Sudah lama saya memimpikan datang ke pameran buku yang katanya terbesar di Asia Tenggara ini dan tak disangka jadwal perjalanan yang saya atur pas sekali waktunya. Lupakan segala <em>itinerary</em> tempat-tempat bersejarah di Kuala Lumpur. <em>Jom kita pegi KL Book Fair!</em></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1054"></span>Kuala Lumpur International Book Fair 2012 adalah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Majlis Buku Kebangsaan Malaysia (MBKM) Kementerian Pelajaran Malaysia (setara Depdiknas). Bertempat di Putera World Trade Centre, pesta buku ini telah berusia 31 tahun dan jumlah partisipan dan pengunjungnya terus bertambah; tahun lalu pameran ini dipenuhi sekitar 1 juta orang. Pameran yang berlangsung pada 27 April &#8211; 6 Mei 2012 ini mengambil hampir seluruh lantai dan ruang eksebisi dan konferensi di gedung PWTC yang berdampingan dengan Seri Pacific Hotel dan beberapa konferensi penerbitan dan hak intelektual diadakan di saat yang bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersama dengan <a href="http://anazkia.com" target="_blank">Anazkia</a> dan <a href="http://kombonganandes.wordpress.com" target="_blank">Baha</a>, dua sahabat baru yang dengan tangan terbuka menyambut kedatangan saya ke KL dan rela meninggalkan pekerjaan dan kuliahnya demi menemani saya berjalan-jalan, kami memasuki pameran yang pagi itu belum begitu ramai. Untung juga saya ke sana pada hari kerja dan masih pagi; saya tidak bisa membayangkan betapa berjubelnya pengunjung di akhir pekan. Namun ternyata dugaan saya salah; pameran tersebut sudah ramai dipenuhi pengunjung yang sebagian besar anak sekolah dengan seragam warna-warni.</p>
<div id="attachment_1058" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-narsis/" rel="attachment wp-att-1058"><img class="size-full wp-image-1058" title="kbf-narsis" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-narsis.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Narsis sekejap di pintu masuk <img src='http://indobrad.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan bayangan awal bahwa saya akan menemukan sebuah ruang pameran luas dan terbuka layaknya JCC atau JI Expo Kemayoran, KL Book Fair tidak memiliki sebuah ruang pameran utama. Stand-stand pameran buku terbagi-bagi di beberapa area ruang konferensi dan koridor-koridor gedung yang disulap meriah dengan stand buku-buku dan dekorasi menarik. Ada juga beberapa area terbuka yang dipenuhi stand-stand dengan jalur pengunjung yang cukup sempit sehingga menyulitkan bergerak. <em>&#8220;Beri laluan,&#8221;</em> seru seorang guru kepada murid-muridnya ketika melihat saya susah-payah mencoba melewati sekelompok anak sekolah yang memenuhi jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun pemandangan selebihnya sangat menakjubkan. Ruangan pameran ternyata tidak di satu lantai saja namun penuh sampai beberapa lantai ke atas dan tiap lantainya ramai dikunjungi orang. Koleksinya sangat beragam. Tentunya penerbit lokal sangat mendominasi di sini, utamanya buku-buku anak dan agama Islam. Selain itu tampak pula stand penerbit negara lain seperti Iran dan Brunei. Penerbit Indonesia katanya ada juga yang berpameran namun saya kok tidak sempat menemukannya. Dari sekian banyak buku-buku yang dipamerkan, ada satu benda bersejarah yang menarik perhatian saya:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-jawi/" rel="attachment wp-att-1059"><img class="alignnone size-full wp-image-1059" title="kbf-jawi" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-jawi.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Inilah surat kabar <a href="http://infopedia.nl.sg/articles/SIP_106_2005-02-02.html" target="_blank">Jawi Peranakkan</a> edisi tahun 1890. Surat kabar ini adalah terbitan berbahasa Melayu pertama dan dicetak dalam aksara Jawi. Surat kabar <strong>Jawi Peranakkan</strong> ini sebenarnya bukan berasal dari Malaysia melainkan terbit di <strong>Singapura</strong> sejak tahun 1876. Masa penerbitannya cukup singkat, hanya sampai tahun 1895 saja. Terbit mingguan setiap hari Senin, <strong>Jawi Peranakkan</strong> adalah buah karya warga muslim Melayu dan India yang hidup bersama dan menjadi satu keluarga besar berkat perkawinan campur di ranah Malaya-Singapura. Warga Jawi Peranakan sejatinya bukanlah etnis Melayu namun merupakan etnis campuran yang lahir akibat kesamaan iman Islam warga India dan Melayu. Belakangan mereka berjuang untuk diakui sebagai bagian dari bangsa Melayu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut informasi di sebuah situs (klik link di atas), inilah satu-satunya surat kabar berbahasa Melayu di Malaysia, Singapura, dan Indonesia pada saat itu. Memang sesuai dengan kenyataan yang saya saksikan saat menghadiri pameran buku di Jakarta pada tahun 2010 dan membaca koran pertama di Hindia Belanda yang semuanya dicetak dalam Bahasa Belanda. Sirkulasi koran Melayu ini hanya 250 eksemplar setiap terbit dan kalangan pembacanya terbatas di lingkup elit Jawi, Melayu, Baba (orang Cina berbahasa Melayu), dan Arab saja. Isi berita kebanyakan isu-isu terkini yang dikutip dari media berbahasa Inggris, pengumuman pemerintah, surat pembaca, editorial, dan pojok puisi. Koran ini juga dimanfaatkan untuk menampilkan isu-isu reformis seperti kritik terhadap masyarakat Melayu. Koran ini nampaknya dipandang prestisius di zamannya karena menjadi pemicu lahirnya terbitan Melayu lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, koran ini ditulis dengan aksara Jawi sehingga saya sama sekali buta huruf. Anaz mengerti beberapa kata namun langsung menyerah. Sempat pula kami meminta tolong kepada seorang gadis cantik murid sekolah di KL yang kebetulan berdiri di dekat kami. Lamat-lamat dia mengeja sebelum menghela nafas dan berkata, <em>&#8220;Tak faham.&#8221;</em> Ah, well. Hehehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya waktu saya di KL Book Fair hanya sekitar satu setengah jam dikarenakan harus mengejar pesawat ke Phnom Penh. Namun pengalaman mengunjungi pameran ini sangat berkesan karena saya menyaksikan betapa dukungan pemerintah Malaysia terhadap industri penerbitan buku dan edukasi sangat total sehingga tiap tahunnya lahir karya-karya bermutu dari negeri jiran ini. Sepertinya tahun depan saya harus mengagendakan lagi jadwal berkunjung ke pameran ini ya. <em>Overall, it was a good day!</em></p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya biar beberapa gambar saja yang bercerita ya. <img src='http://indobrad.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1062" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-sudut/" rel="attachment wp-att-1062"><img class="size-full wp-image-1062" title="kbf-sudut" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-sudut.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu sudut KL Book Fair</p></div>
<div id="attachment_1063" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-dongeng/" rel="attachment wp-att-1063"><img class="size-full wp-image-1063" title="kbf-dongeng" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-dongeng.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Sesi mendongeng dipandu Cikgu yang lagi cantek #eh</p></div>
<div id="attachment_1064" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-nongkrong/" rel="attachment wp-att-1064"><img class="size-full wp-image-1064" title="kbf-nongkrong" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-nongkrong.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Anak-anak di manapun sama saja; menggelesot begitu ada tempat =))</p></div>
<div id="attachment_1065" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-anaz/" rel="attachment wp-att-1065"><img class="size-full wp-image-1065" title="kbf-anaz" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-anaz.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Sudah kenal dengan Anaz belum?! Hehe</p></div>
<div id="attachment_1066" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/kbf-baha/" rel="attachment wp-att-1066"><img class="size-full wp-image-1066" title="kbf-baha" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/kbf-baha.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Kalau yg ini namanya Baha. Eh tapi masih pagi kok udah ngantuk bro?! =))</p></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/05/jom-pegi-kl-book-fair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bebas Visa ke Laos Bagi Pemegang Paspor Indonesia</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-laos-bagi-pemegang-paspor-indonesia/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-laos-bagi-pemegang-paspor-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 12:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[bebas visa]]></category>
		<category><![CDATA[dong kralor]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[laos]]></category>
		<category><![CDATA[nong nok khiene]]></category>
		<category><![CDATA[paspor indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[trapeang kreal]]></category>
		<category><![CDATA[voen kham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya menuliskan situasi terkini tentang bebas visa ke Kamboja bagi WNI, berikutnya saya akan memaparkan situasi terakhir akses masuk ke Laos bagi para pemegang paspor Indonesia. Kurang lebih sama dengan Kamboja, masih ada beberapa kesimpangsiuran di internet tentang visa ke Laos dan perbedaan perlakuan di bandara dengan pos perbatasan darat/sungai. Berdasarkan informasi Kementerian Luar <a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-laos-bagi-pemegang-paspor-indonesia/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya menuliskan situasi terkini tentang <a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/ " target="_blank">bebas visa ke Kamboja bagi WNI</a>, berikutnya saya akan memaparkan situasi terakhir akses masuk ke Laos bagi para pemegang paspor Indonesia. Kurang lebih sama dengan Kamboja, masih ada beberapa kesimpangsiuran di internet tentang visa ke Laos dan perbedaan perlakuan di bandara dengan pos perbatasan darat/sungai.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi <a href="http://www.deplu.go.id/Pages/News.aspx?IDP=4348&amp;l=id" target="_blank">Kementerian Luar Negeri RI</a> dan dikonfirmasi oleh beberapa blogger/pelancong yang telah berkunjung ke sana, Laos dan Indonesia telah menandatangani perjanjian bebas visa kunjungan bagi pemegang paspor biasa dengan masa kunjungan maksimal 30 hari. Namun masih ada keraguan tentang pemanfaatan fasilitas ini jika memasuki Laos lewat jalur darat, khususnya pada pos perbatasan Laos-Kamboja yang terletak di ujung selatan negeri itu. <em>Visa On Arrival</em> Laos dulunya tidak dapat diterbitkan di sini dan situasinya baru berubah sekitar 6 bulan terakhir. Sebelumnya, semua pelancong yang hendak melintas harus sudah memiliki visa Laos yang dapat diminta di kedutaannya yang terdekat di Phnom Penh.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimanakah situasi terakhir?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1046"></span><strong><span style="color: #ff6600;">Nong Nok Khiene / Voen Kham</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pos ini berbatasan dengan Trapeang Kreal / Dong Kralor di sisi Kamboja dan merupakan satu-satunya pos perbatasan kedua negara yang masih dibuka dan, selain ketidakjelasan status <em>visa on arrival</em>, korupsi di kedua sisi perbatasan sangat tersohor terutama pada akhir pekan karena para petugasnya mesti &#8216;lembur&#8217;. Kondisi gerbang perbatasannya sederhana dan layanan imigrasi diselesaikan di pondok biru kusam sembari menunggu selesainya pembangunan gerbang perbatasan yang megah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya melewati perbatasan ini pada <strong>7 &amp; 8 Mei 2012</strong>. Pemegang paspor Indonesia tidak perlu membeli <em>visa on arrival</em> karena <strong>bebas visa 30 hari sudah berlaku di perbatasan ini!</strong> Namun jangan senang dulu; petugas bis internasional dengan santainya mengutip biaya <strong>USD 5</strong> per orang untuk &#8216;biaya cap&#8217; yang harus dibayarkan ke petugas jaga kedua negara. Tidak ada tawar-menawar, harganya tetap. Kalau tidak mau, silakan mengurus sendiri di perbatasan dan tetap akan terkena biaya juga. Jadi mending saya relakan saja uang 5 dollar (sudah termasuk komisi petugas bis) dan biar dia yang mengurus semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelayanan di perbatasan cukup lancar dan para petugas menyapa kami dengan santun begitu tahu kami dari Indonesia. Setelah menunggu sekitar 30 menit, paspor dikembalikan pada kami dengan cap <strong>Lao PDR</strong> merah dengan masa kunjungan 30 hari. Hidup Indonesia!</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga informasi ini dapat berguna bagi Anda yang hendak berkunjung ke Laos khususnya via perbatasan darat dengan Kamboja. Saya menanti informasi lain tentang akses masuk via perbatasan darat lainnya, khususnya tentang besaran pungutan liar yang mungkin ada. Ditunggu masukannya!</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya biarkan gambar yang bercerita.</p>
<div id="attachment_1048" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-laos-bagi-pemegang-paspor-indonesia/laos1/" rel="attachment wp-att-1048"><img class="size-full wp-image-1048" title="laos1" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/laos1.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Gedung perbatasan Nong Nok Khiene, Laos, tampak dari sisi Kamboja. Gedung ini masih dalam tahap pembangunan. Perhatikan ada 2 palang penghalang kendaraan di jalan. Area di tengah kedua palang itu adalah no man&#39;s land</p></div>
<div id="attachment_1049" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-laos-bagi-pemegang-paspor-indonesia/laos2/" rel="attachment wp-att-1049"><img class="size-full wp-image-1049" title="laos2" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/laos2.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Layanan imigrasi Laos yang sebenarnya dilakukan di pondok biru ini. Terletak beberapa meter dari palang perbatasan</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-laos-bagi-pemegang-paspor-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bebas Visa ke Kamboja Bagi Pemegang Paspor Indonesia</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 04:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[bavet]]></category>
		<category><![CDATA[bebas visa]]></category>
		<category><![CDATA[dong kralor]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[paspor indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[phnom penh]]></category>
		<category><![CDATA[trapeang kreal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini merupakan berita terkini tentang situasi visa Kamboja bagi para pemegang paspor Indonesia yang hendak berkunjung ke negara kerajaan di Asia Tenggara tersebut. Berhubung masih banyak pertanyaan simpang-siur yang beredar di internet, maka saya ingin membantu menegaskan situasi terakhir. Berdasarkan informasi yang terbaca di website KBRI Phnom Penh, Kamboja dan Indonesia telah menandatangani perjanjian penghapusan <a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tulisan ini merupakan berita terkini tentang situasi visa Kamboja bagi para pemegang paspor Indonesia yang hendak berkunjung ke negara kerajaan di Asia Tenggara tersebut. Berhubung masih banyak pertanyaan simpang-siur yang beredar di internet, maka saya ingin membantu menegaskan situasi terakhir. Berdasarkan informasi yang terbaca di website <a href="http://www.kemlu.go.id/Pages/Embassies.aspx?IDP=7738&amp;l=id" target="_blank">KBRI Phnom Penh</a>, Kamboja dan Indonesia telah menandatangani perjanjian penghapusan kebijakan visa kunjungan bagi para pemegang paspor biasa kedua negara dengan masa kunjungan tidak melebihi 30 hari. Perjanjian ini berlaku mulai <strong>20 September 2011</strong> dan dapat dimanfaatkan di seluruh pos imigrasi masuk Kamboja.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana implementasinya?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;"><span id="more-1033"></span>Via Phnom Penh Airport</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya pertama kali memasuki Kamboja melalui <strong>Phnom Penh International Airport</strong> pada tanggal <strong>3 Mei 2012</strong> untuk tujuan wisata. Setelah mengisi kartu kedatangan yang dibagikan sejak di pesawat, saya maju ke loket imigrasi dan diterima dengan santun oleh petugas imigrasi setempat. Petugas tersebut memeriksa baik-baik paspor dan mencocokkan dengan daftar negara-negara bebas visa yang bisa saya intip di sampingnya. Sayangnya semua informasi tertulis dalam aksara Khmer; saya hanya bisa membaca nama &#8216;Indonesia&#8217; di daftar itu. Setelah pengambilan foto melalui kamera dan sidik jari kanan-kiri, paspor saya langsung dicap. Tanpa basa-basi, tanpa pertanyaan, <strong>tanpa biaya</strong>. Hidup Indonesia!</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Via Trapeang Kreal / Dong Kralor</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah pos perbatasan darat dengan Laos; satu-satunya perbatasan darat yang masih dibuka antara Kamboja dan Laos setelah pos perbatasan di Sungai Mekong ditutup beberapa tahun lalu. Pos perbatasan ini jauh lebih sederhana: pelayanan imigrasi dan bea cukai masih dilakukan di pondok sederhana dan tenda-tenda darurat! Tidak ada pengambilan foto elektronik dan sidik jari karena (diduga) keterbatasan fasilitas dan listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya memasuki Kamboja via pos ini pada tanggal <strong>8 Mei 2012</strong> setelah menghabiskan 1 hari di Laos. Yang berbeda di sini adalah: kita tidak perlu antri imigrasi keluar Laos dan masuk Kamboja apabila menggunakan bis internasional karena petugas bis yang akan membantu menyelesaikan segala urusan imigrasi dan bea cukai. Sejak berangkat dari Laos, paspor kami sudah dikumpulkan dan diberi tahu biaya visa yang mesti dikeluarkan untuk masing-masing kewarganegaraan. Warga negara Uni Eropa dikenakan biaya bervariasi antara USD 30-36. Bagaimana dengan paspor saya? <strong>Bebas visa tetap berlaku di sini</strong>. Hidup Indonesia!</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sebelum sempat melonjak girang, hati saya langsung kecut ketika petugas bis dengan santainya mengutip biaya tambahan <strong>USD 6</strong> dari setiap penumpang untuk &#8216;biaya cap&#8217;; yakni biaya yang mesti dibayar ke setiap pos perbatasan Laos-Kamboja dan (tak lupa) komisi untuk dirinya sendiri. Jadi meski tidak perlu membeli visa, saya tetap mesti membayar USD 6 itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Prosesnya sendiri tidak berbelit. Bis internasional akan berhenti sekitar 30 menit di perbatasan dan para penumpang dipersilahkan turun untuk beristirahat sementara paspor kami diurus oleh pihak bis. Setelah urusan imigrasi selesai kami menerima kembali paspor dengan cap baru Kamboja dengan masa kunjungan 30 hari lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Bagaimana dengan prosedur keluar Kamboja?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada masalah, baik di perbatasan darat <strong>Trapeang Kreal</strong> (dengan Laos) dan <strong>Bavet</strong> (dengan Vietnam). Hanya saya di Bavet yang fasilitasnya sudah modern, setiap penumpang mesti antri di loket imigrasi untuk diambil foto dan sidik jari pada saat hendak keluar. Tidak ada suap-menyuap petugas di pos perbatasan dengan Vietnam tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya biar beberapa gambar saja yang bercerita.</p>
<div id="attachment_1037" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/pp-airport/" rel="attachment wp-att-1037"><img class="size-full wp-image-1037" title="pp-airport" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/pp-airport.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Bandara Phnom Penh yang kecil tetapi nyaman &amp; efisien</p></div>
<div id="attachment_1038" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/imig-khland-new/" rel="attachment wp-att-1038"><img class="size-full wp-image-1038" title="imig-khland-new" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/imig-khland-new.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Pos perbatasan Trapeang Kreal / Dong Kralor, Kamboja. Gedungnya megah namun belum berfungsi. Pembangunannya sudah lama terbengkalai</p></div>
<div id="attachment_1039" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/imig-khland/" rel="attachment wp-att-1039"><img class="size-full wp-image-1039" title="imig-khland" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/imig-khland.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Bagi yang hendak masuk Kamboja dari Laos, urusan imigrasi diselesaikan di pondok ini. Pos bea cukai berupa tenda darurat terletak di seberang jalan (tidak terlihat)</p></div>
<div id="attachment_1040" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/bavet1/" rel="attachment wp-att-1040"><img class="size-full wp-image-1040" title="bavet1" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/bavet1.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Bavet, pos perbatasan Kamboja-Vietnam. Gedung yang megah dan efisien</p></div>
<div id="attachment_1041" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/bavet2/" rel="attachment wp-att-1041"><img class="size-full wp-image-1041" title="bavet2" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/05/bavet2.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Bavet; antrian foto dan sidik jari sesaat sebelum meninggalkan Kamboja</p></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/05/bebas-visa-ke-kamboja-bagi-pemegang-paspor-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Is This Real Life?</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/04/is-this-real-life/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/04/is-this-real-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 05:05:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Ramblings]]></category>
		<category><![CDATA[david after dentist]]></category>
		<category><![CDATA[sakit gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu lalu saya mengeluh sakit gigi. Ada gigi yang sudah keropos tapi saya malas memeriksakannya karena toh &#8216;gak pernah kenapa-napa&#8217;, begitu pikir saya. Namun tiba-tiba saja sang gigi &#8216;mengamuk&#8217; dan saya harus menahan sakit berhari-hari. Ada kalanya rasa sakit tak tertahankan sehingga terpaksalah meminum obat pereda rasa sakit. Di tengah-tengah derita itu saya mengunjungi dokter <a href="http://indobrad.web.id/2012/04/is-this-real-life/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seminggu lalu saya mengeluh sakit gigi. Ada gigi yang sudah keropos tapi saya malas memeriksakannya karena toh &#8216;gak pernah kenapa-napa&#8217;, begitu pikir saya. Namun tiba-tiba saja sang gigi &#8216;mengamuk&#8217; dan saya harus menahan sakit berhari-hari. Ada kalanya rasa sakit tak tertahankan sehingga terpaksalah meminum obat pereda rasa sakit. Di tengah-tengah derita itu saya mengunjungi dokter gigi terdekat untuk diperiksa dengan harapan segera dicabut agar segera beres masalahnya. Namun ternyata tidak semudah itu. Dokter menemukan gusi saya bengkak sehingga tidak boleh diapa-apain. Kembali saya meminum obat pereda nyeri dan antibiotik. Setelah bengkaknya reda apa yang saya lakukan?! Tidak ada. Wkwkwkwk. Ya ya ya, saya memang bandel!</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1028"></span>Eh tapi di tengah-tengah sakit gigi itu saya sempat menonton Youtube dan menemukan video kocak seorang anak kecil bernama David di Amerika yang mengobrol ngawur akibat pengaruh obat bius pasca kunjungannya ke dokter gigi. Kalimat-kalimatnya yang filosofis menyentak juga, khas anak kecil yang mempertanyakan segala sesuatu dari kacamata yang sederhana. Kalimat paling menyentak bagi saya adalah: <em>Is this real life? </em></p>
<p style="text-align: justify;">Kalimat itu memberi pesan lain: bahwa seringkali kita hidup mengenakan topeng sehingga hidup yang kita jalani seolah-olah bukan hidup kita lagi. Hmm, <em>wake up call</em> di siang bolong. <em>Oh well,</em> paling tidak saya tertawa lepas menonton video yang telah disaksikan sekitar 110 juta pengunjung itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Enjoy the video!</em> <img src='http://indobrad.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><iframe src="http://www.youtube.com/embed/txqiwrbYGrs" frameborder="0" width="600" height="437"></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/04/is-this-real-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta Masih Punya Hati</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 05:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arts & Literature]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[lola amaria]]></category>
		<category><![CDATA[sanubari jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Entah karena apa saya memutuskan melangkahkan kaki ke bioskop pada Senin siang lalu dan menonton film. Setelah kecewa karena film &#8216;The Lady&#8217; ternyata belum diputar di Bekasi, akhirnya saya memandang poster film &#8216;Sanubari Jakarta&#8217; yang diproduksi Lola Amaria dan Fira Sofiana ini. Tergelitik dengan posternya yang hanya berupa sederetan simbol orang dengan beberapa icon berwarna <a href="http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1008" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/sbjkt/" rel="attachment wp-att-1008"><img class="size-full wp-image-1008" title="sbjkt" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/sbjkt.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: antaranews.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Entah karena apa saya memutuskan melangkahkan kaki ke bioskop pada Senin siang lalu dan menonton film. Setelah kecewa karena film &#8216;The Lady&#8217; ternyata belum diputar di Bekasi, akhirnya saya memandang poster film <a href="http://www.facebook.com/pages/Sanubari-Jakarta/280763601984062?sk=info" target="_blank">&#8216;Sanubari Jakarta&#8217;</a> yang diproduksi <strong>Lola Amaria</strong> dan <strong>Fira Sofiana</strong> ini. Tergelitik dengan posternya yang hanya berupa sederetan simbol orang dengan beberapa <em>icon</em> berwarna dan berbentuk beda, saya pun membeli tiketnya. Lalu, film apakah itu sebenarnya?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1007"></span>Ternyata dugaan bahwa saya akan menonton sebuah film salah. &#8216;<strong>Sanubari Jakarta</strong>&#8216; berisi sepuluh kumpulan film pendek garapan berbagai sutradara berbeda dengan tema kisah cinta yang berbeda-beda pula. Lalu apa yang menjadi benang merah pemersatu kesepuluh kisah cinta itu? Sebelumnya saya akan berbagi tiga sinopsis dari kesepuluh cerita tersebut yang diambil dari Republika Online:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>“½”</strong>, cerita yang disutradarai oleh Tika Pramesti ini berkisah tentang seorang pria yang bertanya tentang pilihan hidupnya. Hingga tiba-tiba muncul perempuan bernama Anna. Pilihan mana yang akan dia pilih? Siapa Anna sebenarnya dan mengapa muncul laki-laki bernama Biyan diantara Abi dan Anna?</p>
<p><strong>Malam Ini Aku Cantik</strong>, cerita yang diangkat dari cerpen dengan judul yang sama bercerita tentang kehidupan seorang waria, Agus. Kisah ini menceritakan perasaan Agus ketika harus mangkal hingga ketika ia diolok-olok karena pekerjaannya tersebut. Cerita ini disutradai oleh artis cantik Dinda Kanya Dewi.</p>
<p><strong>Lumba-Lumba</strong>, bercerita tentang seorang guru di sebuah TK Lumba-Lumba bernama Adinda. Dia selalu mengajarkan kepada anak-anak muridnya tentang lumba-lumba. Hingg Adinda bertemu dengan perempuan bernama Anggya yang merupakan orang tua dari salah seorang muridnya dan terjalinlah kisah kasih di antara mereka berdua.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sinopsis selengkapnya dapat dibaca di <a href="http://www.republika.co.id/berita/senggang/film/12/04/10/m28kid-ini-dia-sinopsis-10-film-pendek-di-sanubari-jakarta" target="_blank">Republika Online</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari tiga cuplikan di atas saja sudah bisa tergambar bahwa film ini menampilkan sesuatu yang lain dan belum dibanyak disentuh oleh sineas Indonesia, yakni percintaan kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender). Film-film yang ada di sini semua berdurasi sepuluh dan digarap oleh sepuluh sutradara berbeda, termasuk Lola Amaria sendiri yang menyutradarai salah satu cerita. Semua kisah ini katanya berdasarkan imajinasi sutradara namun berangkat dari potret keseharian hidup warga Jakarta. Pada sebuah jumpa pers, Lola mengatakan bahwa pemilihan tema yang tidak biasa ini bertujuan memperkenalkan kepada khalayak umum bahwa ada komunitas-komunitas tertentu di Jakarta yang eksis dan patut dihargai. Bukan untuk menghakimi atau pun membela komunitas tersebut; semata-mata ingin menceritakan bahwa mereka ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Lola dan Fira yang memelopori film ini mengaku bahwa proses pembuatan film memakan waktu satu tahun; cukup lama karena didahului riset, seleksi dan konsultasi yang panjang. Sadar bahwa pandangan masyarakat akan sangat beragam dan stigmatisasi mungkin terjadi, Lola tidak mau ambil risiko bias sehingga risetnya lama. Satu lagi yang unik, para pemain tidak dibayar sama sekali untuk berperan dalam film ini dan nampaknya semua tidak keberatan demi kecintaan mereka kepada akting. Namun nantinya hasil keuntungan film ini akan dibagi rata ke sepuluh sutradara dan diteruskan pula ke para pemainnya. Langkah ini terpaksa dilakukan karena keterbatasan dana untuk membuat film indie tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian awal sebuah cerita selalu menampilkan gambar-gambar pemandangan Jakarta dan riuh-rendah warganya di jalan-jalan sebelum kamera menyoroti sosok utama cerita tersebut. Kesan yang saya dapatkan adalah Jakarta itu kota yang keras dan tidak berperikemanusiaan dan orang-orang di dalamnya bergerak seperti semut pekerja yang setiap saat bisa diinjak oleh mereka yang mengaku kaya dan berkuasa. Namun ketika kamera mulai menyoroti beberapa warga secara personal dan tokoh cerita, kepribadian mereka mulai terlihat. Berikut saya sajikan beberapa gambar secara beruntun:</p>
<div id="attachment_1013" class="wp-caption alignnone" style="width: 651px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/sb2/" rel="attachment wp-att-1013"><img class="size-full wp-image-1013" title="sb2" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/sb2.jpg" alt="" width="641" height="349" /></a><p class="wp-caption-text">Kotak Coklat - Sanubari Jakarta (sumber: databasefilm.blogspot.com)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1014" class="wp-caption alignnone" style="width: 650px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/sb3/" rel="attachment wp-att-1014"><img class="size-full wp-image-1014" title="sb3" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/sb3.jpg" alt="" width="640" height="360" /></a><p class="wp-caption-text">Menunggu Warna - Sanubari Jakarta (sumber: boleh.com)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1015" class="wp-caption alignnone" style="width: 650px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/sb5/" rel="attachment wp-att-1015"><img class="size-full wp-image-1015" title="sb5" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/sb5.jpg" alt="" width="640" height="360" /></a><p class="wp-caption-text">Lumba-Lumba - Sanubari Jakarta (sumber: boleh.com)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1016" class="wp-caption alignnone" style="width: 650px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/sb6/" rel="attachment wp-att-1016"><img class="size-full wp-image-1016" title="sb6" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/sb6.jpg" alt="" width="640" height="360" /></a><p class="wp-caption-text">1/2 - Sanubari Jakarta (sumber: boleh.com)</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;">Terus terang, saya terpana dan terhenyak. Beberapa adegan di film ini terlalu muak ketika saya tonton dan emosi saya berkecamuk karena tidak nyaman, terutama ketika menyaksikan pergulatan emosi Anggia, seorang ibu satu anak. Namun harus saya akui bahwa film ini membuat saya merenung banyak. Pesan utama yang saya catat adalah setiap orang ini punya sanubari dan pergumulannya sendiri-sendiri dan mesti dilihat, diajak bicara, dan dipahami satu demi satu. Kita boleh saja terpana atau bergidik melihat sosok asing yang penampilan dan gaya hidupnya berbeda dengan kita; hal itu lumrah terjadi mengingat masing-masing berasal dari latar belakang keluarga dan pendidikan yang berlainan. Namun ketika perbedaan itu &#8216;ditabrakkan&#8217; ke muka, maka kedewasaan berpikir dan keterbukaan menerima keragaman menjadi kunci apakah kita lebih &#8216;baik&#8217; atau tidak. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Film ini akhirnya mengajak saya sendiri berpikir, apakah saya masih punya hati?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><iframe src="http://www.youtube.com/embed/pHCwSilvDNA" frameborder="0" width="600" height="335"></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Ulasan lebih dalam dapat dibaca di <a href="http://www.boleh.com/news/read/movie_news_index/7696__resensi_sanubari_jakarta_kompilasi_potret_kehidupan_yang_termarjinalkan" target="_blank">Boleh.com</a>. Tapi sebelum baca, tonton filmnya dulu ya.</em> <img src='http://indobrad.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/04/jakarta-masih-punya-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adakah Blogger di Timor Leste?</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/04/adakah-blogger-di-timor-leste/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/04/adakah-blogger-di-timor-leste/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 03:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[ict tl]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas blogger timor leste]]></category>
		<category><![CDATA[ossu gimata]]></category>
		<category><![CDATA[paulo da costa]]></category>
		<category><![CDATA[timor leste]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kunjungan ke Kupang 3 tahun lalu, saya selalu tertarik dengan negara yang berada di sebelah timur pulau Timor alias Timor Leste. Pertemuan saya dengan warga Timor Leste terjadi di Kupang dan sempat pula saya berkunjung ke Oebello, sebuah kampung yang banyak dihuni oleh warga eks-pengungsi TL. Sepulang dari Kupang saya lalu banyak menelusuri sejarah <a href="http://indobrad.web.id/2012/04/adakah-blogger-di-timor-leste/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_992" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/adakah-blogger-di-timor-leste/024-timor-leste-sekarang-peace10/" rel="attachment wp-att-992"><img class="size-full wp-image-992" title="024-timor-leste-sekarang-peace10" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/024-timor-leste-sekarang-peace10.jpg" alt="" width="600" height="397" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: timorlestemerdeka.wordpress.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sejak kunjungan ke Kupang 3 tahun lalu, saya selalu tertarik dengan negara yang berada di sebelah timur pulau Timor alias Timor Leste. Pertemuan saya dengan warga Timor Leste terjadi di Kupang dan sempat pula saya berkunjung ke Oebello, sebuah kampung yang banyak dihuni oleh warga eks-pengungsi TL. Sepulang dari Kupang saya lalu banyak menelusuri sejarah dan berita-berita tentang TL; termasuk pula mencari-cari adakah tulisan para blogger di sana. Lalu apa yang saya temukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-989"></span>Sebetulnya tidak terlalu banyak tulisan dari bumi TL yang berhasil saya temukan. Tantangan terbesar yang dirasakan adalah bahasa. Para blogger yang menulis dalam Bahasa Tetun dan Portugis mungkin banyak namun luput dari perhatian saya. Ada pula yang menulis dalam Bahasa Inggris namun sekarang tidak pernah diperbarui lagi. Namun bukan berarti para blogger di sana tidak aktif. Setidaknya saya menemukan 2 blog dari Timor Leste yang ditulis dalam Bahasa Indonesia; salah satunya akrab saya sambangi untuk membaca tulisan-tulisan terbarunya.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Ossu Gimata</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Beralamat di <a href="http://ossu-gimata.blogspot.com" target="_blank">http://ossu-gimata.blogspot.com</a>, blogger asal Timor Leste ini bernama asli <strong>Paulo da Costa</strong>. Pekerjaannya sehari-hari adalah PNS di sebuah instansi pemerintah di Dili namun sejak beberapa tahun terakhir ini tinggal di Bandung dalam rangka melanjutkan kuliah. Paulo, demikian ia lebih suka dipanggil, menulis dalam tiga bahasa di blognya: Tetun, Indonesia, dan Inggris. Ketika beliau saya hubungi via email, Paulo bercerita bahwa motivasinya untuk menulis di blog adalah keinginan menuangkan pengalaman dan perasaan hidup ke dalam blog; jadi alasan pertamanya sangat personal. Kedua, tujuannya menulis di blog adalah bercerita tentang situasi terakhir di Timor Leste, khususnya konten-konten positif tentang Timor Leste terhadap para pembaca di Indonesia yang, akunya, kurang mendapat pemberitaan seimbang mengenai perkembangan pembangunan di sana setelah melepaskan diri dari Indonesia. Paulo sudah cukup lama juga menulis sejak 2007. Layaknya blogger lain, ada masa-masa pasang surut di mana Paulo tidak memperbarui tulisannya oleh karena kesibukan kerja dan belajar. Yuk kita intip blognya:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/adakah-blogger-di-timor-leste/ossugimata2/" rel="attachment wp-att-991"><img class="alignnone size-full wp-image-991" title="ossugimata2" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/ossugimata2.jpg" alt="" width="1011" height="466" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Paulo mengaku tidak menemui masalah berarti semasa tinggal di Bandung dan berinteraksi dengan masyarakat Indonesia, kecuali beberapa masalah kecil yang ia baca di media online yang berisikan pemberitaan kurang seimbang dan tidak mendidik tentang negaranya.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">Komunitas Blogger di Timor Leste</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Ketika ditanya soal ini, Paulo mengaku belum pernah mendengar adanya komunitas atau organisasi yang menangani para blogger di Timor Leste. Masing-masing berjalan sendiri-sendiri dengan blognya dan bahasa yang dipergunakan juga beragam: Tetun, Indonesia, Inggris, dan Portugis. Namun khusus untuk ICT ternyata sudah ada asosiasinya yakni <a href="http://ict.tl" target="_blank">Timor-Leste ICT Association</a> dan mengelola sebuah portal yang cukup aktif. Berikut penampakannya:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/adakah-blogger-di-timor-leste/icttl/" rel="attachment wp-att-993"><img class="alignnone size-full wp-image-993" title="icttl" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/icttl.jpg" alt="" width="1007" height="507" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Portal tersebut menampilkan beberapa video aktivitas warga TL di dunia ICT dan beberapa pelatihan serta kompetisi merakit komputer yang pernah diadakan. Sangat menarik bagi kita untuk mendapatkan gambaran umum namun tidak banyak informasi yang bisa didapat oleh karena hambatan bahasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Selebihnya tidak banyak lagi yang saya temukan. Ada sebuah halaman <a href="http://www.facebook.com/pages/Komunitas-Blogger-Timor-Leste/127355521723" target="_blank">Komunitas Blogger Timor Leste</a> di <strong>Facebook</strong> yang tidak terurus. Kemudian portal berita <a href="http://sapo.tl" target="_blank">Sapo.tl</a> yang nampaknya cukup populer di sana juga menyediakan layanan <a href="http://blogs.sapo.tl" target="_blank">blog gratis</a> kepada warga TL namun tidak banyak yang memanfaatkan. Di sini saya menyadari betapa masih terbatasnya komunikasi kita dengan masyarakat Timor Leste, kecuali bagi mereka yang sudah berkunjung ke sana atau bagi yang bertetangga dengan warga TL di kota-kota seperti Bandung dan Yogyakarta. Mungkin butuh sebuah ruang bagi para onliners Indonesia dan Timor Leste untuk bertemu dan berdiskusi tentang pembangunan SDM dan infrastruktur teknologi masing-masing negara dan berbuat sesuatu yang baik demi kemaslahatan bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih Paulo. Perbincangan dengan Anda membukakan beberapa hal baru tentang Timor Leste. Oh iya, ada lagi yang menjadi kesimpulan saya dari penelusuran ini:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. <a href="http://translate.google.com" target="_blank">Google Translate</a> perlu menyediakan layanan terjemahan Bahasa Tetun.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Saya kepingin berkunjung ke Dili. Ini sudah kronis sekali! <img src='http://indobrad.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/04/adakah-blogger-di-timor-leste/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tertawa dan Menangis di TEDxJakarta</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/04/tertawa-dan-menangis-di-tedxjakarta/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/04/tertawa-dan-menangis-di-tedxjakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 04:05:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[57kustik]]></category>
		<category><![CDATA[deceptive truths]]></category>
		<category><![CDATA[gita wirjawan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tedx]]></category>
		<category><![CDATA[tedxjakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu TEDxJakarta? Wuih, 1 April. Yakin lo itu bukan April Mop? Kedua pertanyaan itu menggelayuti otak saya bulan lalu ketika mendengar bahwa event TEDxJakarta kembali diadakan untuk kedelapan kalinya dan tahun ini mengambil tema Deceptive Truths. Sadar bahwa saya tidak tahu banyak, maka saya pun mencari tahu apa sebenarnya inti acara tersebut dan telah <a href="http://indobrad.web.id/2012/04/tertawa-dan-menangis-di-tedxjakarta/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Apa itu TEDxJakarta?</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Wuih, 1 April. Yakin lo itu bukan April Mop?</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kedua pertanyaan itu menggelayuti otak saya bulan lalu ketika mendengar bahwa event <a href="http://tedxjkt.org" target="_blank">TEDxJakarta</a> kembali diadakan untuk kedelapan kalinya dan tahun ini mengambil tema <em>Deceptive Truths</em>. Sadar bahwa saya tidak tahu banyak, maka saya pun mencari tahu apa sebenarnya inti acara tersebut dan telah saya tuangkan dalam tulisan sebelumnya di <a href="http://indobrad.web.id/2012/03/tedxjakarta-is-back/" target="_blank">sini</a>. Akhirnya setelah yakin kalau acara itu bukan April Mop, saya hadir pagi-pagi sekali di <strong>Fine Arts Theater Jakarta International School</strong> dengan berbekal botol minuman yang katanya bisa diisi air di lokasi.</p>
<p style="text-align: justify;">TEDxJakarta sendiri menghadirkan banyak presentasi dan tayangan yang menginspirasi hari itu (lihat selengkapnya di sini), namun kali ini saya ingin berbagi 2 sesi saja yang paling menginspirasi. Yang pertama adalah sesi pembuka yang sebenarnya tidak diumumkan sebelumnya: Gita Wirjawan &#8211; Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang mendahuluinya dengan bermain piano yang apik ditemani oleh dua pemuda mantan anak jalanan dari Bandung (tentang ini saya cerita nanti) memainkan lagu <em>Man in the Mirror</em> &#8211; Michael Jackson.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;"><span id="more-965"></span>1. Indonesia adalah Bangsa yang Besar</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Sering mendengar kutipan itu kan? Saya akui bahwa semakin ke sini kutipan itu semakin sayup dan dianggap angin lalu, bahkan omong kosong oleh sebagian orang. Namun omongan miring itu terpatahkan oleh <strong>Gita Wirjawan</strong> yang dengan suara berwibawa dan pengucapan Bahasa Indonesia dan Inggris yang sepadan fasihnya itu seolah mengajak kita menaiki kapal bernama &#8216;Indonesia&#8217; dan berlayar 10-20 tahun ke depan. Gita membagi presentasinya dalam tiga poin dalam memandang ekstrapolasi ekonomi Indonesia yang luar biasa di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Poin pertama yang perlu dipikirkan adalah <strong>pendidikan</strong>. Bagi negara yang sudah duduk di jajaran <em>Trillion Dollar Economies</em> dan teratas di Asia Tenggara, jumlah pemegang gelar MBA dan Ph.D. masih terlalu sedikit dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia. Hal ini menjadi kunci dalam pembangunan manusia Indonesia jangka pendek dan jangka panjang yang mesti dipikirkan bersama. Poin kedua adalah <strong><em>the relentless pursuit of excellence</em></strong>. Gita terbelalak ketika berkunjung ke Korea dan menyaksikan negara itu membangun dengan kecepatan tinggi bermodalkan sumber daya alam yang nol. Bagaimana dengan kita yang memiliki kekayaan alam yang segudang namun sudah berpuas diri hanya dengan berjualan kelapa sawit? Kalimat yang mengajak saya berpikir muncul di bagian ini: <em>Would you choose hope over fear? Would you choose purpose over conflict?</em> Sudah bukan masanya lagi kita berpikir untuk mengalahkan sesama negara Asia Tenggara. Waktunya kita bersaing dengan Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Eropa, dan Amerika. Poin ketiga adalah <strong>meraih perubahan</strong> dan berpikir dan mengejar hal-hal yang besar agar ke depannya kita tidak menjadi bangsa yang &#8216;biasa-biasa&#8217; saja.</p>
<div id="attachment_971" class="wp-caption alignnone" style="width: 650px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/tertawa-dan-menangis-di-tedxjakarta/photo_3/" rel="attachment wp-att-971"><img class="size-full wp-image-971 " title="photo_3" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/photo_3.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: absolutraia.posterous.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Terdengar melayang-layang? Bisa jadi. Inti <em>sharing</em> Pak Gita sebenarnya adalah berpikir positif mengukur kekuatan diri dan mengejar target yang, meski tinggi, namun dapat terjangkau. Waktu 15 menit memang terlalu pendek bagi beliau untuk berbagi banyak hal, namun kalimat-kalimat motivasinya cukup bagi saya untuk tergerak dan bergerak maju berbuat lebih banyak.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">2. Dari Kotak Sampah ke Panggung Terang</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Pernah membayangkan tinggal di kotak sampah seperti ini?</p>
<div id="attachment_972" class="wp-caption alignnone" style="width: 1010px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/tertawa-dan-menangis-di-tedxjakarta/tempat-sampah/" rel="attachment wp-att-972"><img class="size-full wp-image-972 " title="tempat-sampah" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/tempat-sampah.jpg" alt="" width="1000" height="750" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: trendy.rasyid.net</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tinggal di tempat seperti ini ternyata bukanlah mimpi buruk bagi sebagian anak-anak jalanan dan pengamen dari Bandung namun memang mereka pernah alami. Anak-anak jalanan ini kemudian direkrut oleh (Alm) Harry Roesli dan diasah kemampuan bermusiknya. Pendidikan informal tersebut kemudian diteruskan oleh <a href="https://twitter.com/#!/yalaroesli" target="_blank">Yala Roesli</a> yang siang itu membagikan pengalamannya mendidik anak-anak ini secara serius sampai musikalitasnya matang dan mampu bermain di pentas-pentas penting seperti Java Jazz Festival 2012, bahkan sepanggung dengan Dave Koz.</p>
<div id="attachment_973" class="wp-caption alignnone" style="width: 650px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/04/tertawa-dan-menangis-di-tedxjakarta/photo_5/" rel="attachment wp-att-973"><img class="size-full wp-image-973 " title="photo_5" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/04/photo_5.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: absolutraia.posterous.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Menamakan diri <a href="http://twitter.com/57kustik" target="_blank">57kustik</a>, kelompok musisi jalanan asal Bandung ini menggebrak panggung TEDxJakarta dengan soundtrack <em>Super Mario Brothers</em> yang populer tahun 80-90an. Namun satu hal yang perlu Anda tahu, saya <strong>tertawa girang sekaligus menangis</strong> menyaksikan penampilan mereka. Adik-adik kita ini adalah bukti bahwa harapan yang muluk-muluk sekalipun bisa jadi kenyataan. Simak saja video penampilan mereka yang sudah diunggah oleh <a href="http://www.youtube.com/user/marcellized?feature=watch" target="_blank">Marshal Naulibasa </a>ke Youtube <em>(thank you, Marshal!)</em>:</p>
<p style="text-align: justify;"><iframe src="http://www.youtube.com/embed/plDNitVcUEs" frameborder="0" width="600" height="437"></iframe></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Overall</em>, hari yang sangat menyenangkan di <strong>TEDxJakarta: Deceptive Truths</strong>. Bagaimana, Anda masih optimis dengan masa depan Indonesia?!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/04/tertawa-dan-menangis-di-tedxjakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengejar Target</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/03/mengejar-target/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/03/mengejar-target/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2012 02:23:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Ramblings]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=954</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah bercerita punya target 10 postingan blog setiap bulan. Rasa-rasanya menyusun target memang mudah saja dilakukan ketika awal tahun, namun ketika menjalaninya hari demi hari, terasa benar beban stress-nya yang semakin menggunung ketika menyadari bahwa target tersebut mungkin tidak terlewati bulan ini. Terbayang juga keharusan menggantinya di bulan berikutnya, yang berarti kita harus bekerja <a href="http://indobrad.web.id/2012/03/mengejar-target/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya pernah bercerita punya <a href="http://indobrad.web.id/2011/12/catatan-pinggir-2011-indobrad/" target="_blank">target 10 postingan blog setiap bulan</a>. Rasa-rasanya menyusun target memang mudah saja dilakukan ketika awal tahun, namun ketika menjalaninya hari demi hari, terasa benar beban stress-nya yang semakin menggunung ketika menyadari bahwa target tersebut mungkin tidak terlewati bulan ini. Terbayang juga keharusan menggantinya di bulan berikutnya, yang berarti kita harus bekerja ekstra keras daripada hari-hari biasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini pun saya berpikir keras untuk memikirkan topik apa yang hendak ditulis namun semua gagal. Sampai akhirnya saya terpikir: kenapa tidak menulis tentang mengejar target itu sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-954"></span>Ya ya ya, Anda boleh menyebut saya licik dan itu saya akui kok. <img src='http://indobrad.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tapi kan memang ini blog pribadi yang bebas diisi tulisan apa saja, bukan? Maka jadilah tulisan ini. Semoga bulan berikutnya lebih produktif.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indobrad.web.id/2012/03/mengejar-target/blogtoon/" rel="attachment wp-att-955"><img class="aligncenter size-full wp-image-955" title="blogtoon" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/blogtoon.jpg" alt="" width="400" height="393" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/03/mengejar-target/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEDxJakarta is back!</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/03/tedxjakarta-is-back/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/03/tedxjakarta-is-back/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 18:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Discussion]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[tedxjakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=944</guid>
		<description><![CDATA[Banyak event bertebaran di Indonesia akhir-akhir ini yang selalu menarik dan inspiratif untuk disimak. Saya pernah bercerita panjang lebar tentang FreSh yang saya hadiri 2-3 kali meski sayangnya acara ini tidak terdengar kabarnya lagi. Atau kelas-kelas Akademi Berbagi yang juga memberi banyak pengetahuan dan tantangan baru beserta para guru dan sukarelawannya yang sama-sama menginspirasi. Apalagi <a href="http://indobrad.web.id/2012/03/tedxjakarta-is-back/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_945" class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/03/tedxjakarta-is-back/mg_3829/" rel="attachment wp-att-945"><img class="size-full wp-image-945 " title="mg_3829" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/mg_3829.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: hqeem.wordpress.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Banyak event bertebaran di Indonesia akhir-akhir ini yang selalu menarik dan inspiratif untuk disimak. Saya pernah bercerita panjang lebar tentang <a href="http://indobrad.wordpress.com/2010/07/30/catatan-dari-fresh-wimax-4g/" target="_blank">FreSh</a> yang saya hadiri 2-3 kali meski sayangnya acara ini tidak terdengar kabarnya lagi. Atau kelas-kelas <a href="http://deblogger.org/2012/01/17/akberdepok05-menulis-buku-berani/" target="_blank">Akademi Berbagi</a> yang juga memberi banyak pengetahuan dan tantangan baru beserta para guru dan sukarelawannya yang sama-sama menginspirasi. Apalagi ya? Cukup banyak acara yang saya hadiri dan kesemuanya berperan besar dalam membentuk diri dan tulisan saya seperti sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-944"></span>Namun dari kesemuanya itu, ada satu event yang masih membuat saya penasaran karena belum pernah hadir sekalipun. Bukannya gak ada waktu, namun justru pendaftarannya yang super-ketat. Pernah sekali saya mendaftar namun ditolak karena sepertinya essay saya kurang menarik (yup, untuk ikut <em>meetup</em> doang mesti bikin essay). Kali berikutnya saya kalah cepat karena halaman pendaftaran online langsung terisi penuh hanya dalam waktu 45 menit sejak dibukanya. Tahun ini malah lebih gila lagi; 2 menit pertama langsung SOLD OUT! Namun akhirnya setelah 2 kali mencoba mendaftar dan sempat kebingungan akibat server yang down, pada akhirnya email konfirmasi kehadiran saya tiba juga. Yes, I&#8217;m going to <a href="http://www.tedxjkt.org/" target="_blank">TEDxJakarta 2012</a>!</p>
<p style="text-align: justify;">Namun apa sebenarnya <strong>TEDxJakarta</strong> itu? Berawal di tahun 1984, TED adalah ajang konferensi yang menghadirkan para praktisi dan pakar serta peminat dari tiga macam dunia: <strong>Technology, Entertainment, &amp; Design</strong>. Dari situlah muncul nama TED. Ajang ini sendiri diadakan dua kali setahun bertempat di Long Beach / Palm Springs pada musim semi, dan Edinburgh di musim panas. Tujuan utama ajang ini adalah menyebarkan ide dan informasi yang berharga dan menginspirasi ke seluruh dunia secara terbuka dan gratis. Sederetan pembicara top pernah berdiri di panggung TED, mulai dari Bill Clinton sampai Al Gore. Nah, selain kedua ajang internasional tadi, gerakan penyebaran ide inspiratif ini juga menggema di skala lokal melalui TEDx. Apa pula itu TEDx (pakai &#8216;eks&#8217;)? Saksikan video singkat berikut ini:</p>
<p style="text-align: justify;"><iframe src="http://www.youtube.com/embed/ybYI9VbtOvo" frameborder="0" width="600" height="335"></iframe></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, <strong>TEDxJakarta</strong> tahun ini akan diadakan pada Minggu 1 April mendatang meski lokasinya masih menunggu pengumuman resmi. Kehadirannya disambut gegap-gempita, dibuktikan dengan membludaknya para pendaftar online sehingga layanan pendaftarannya down akibat trafik yang tinggi. Ingin tau suasana seperti apa yang ada di <strong>TEDxJakarta </strong>tahun lalu? Simak lagi yuk videonya berikut ini:</p>
<p style="text-align: justify;"><iframe src="http://www.youtube.com/embed/nNsyVIdOewM" frameborder="0" width="600" height="335"></iframe></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana, sudah cukup terinspirasi? Oh well, saya belum pernah menghadirinya namun sudah keburu menghasilkan tulisan sepanjang ini. Maksudnya cuma ingin mengabarkan bahwa saya sudah tidak sabar menghadiri acara tersebut pada hari Minggu nanti. Nantilah saya bagi-bagi cerita lagi sepulangnya dari sana ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cuma satu kekuatiran saya: acara <strong>TEDxJakarta</strong> tersebut kebetulan bertepatan dengan April Mop! &gt;.&lt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/03/tedxjakarta-is-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angan-Angan Wisata Sulawesi Selatan</title>
		<link>http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/</link>
		<comments>http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2012 20:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[anging mammiri]]></category>
		<category><![CDATA[blogger makassar]]></category>
		<category><![CDATA[makassar berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[makassar tidak kasar]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[sketcher]]></category>
		<category><![CDATA[sulawesi selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indobrad.web.id/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Sulawesi Selatan; salah satu provinsi termaju di belahan timur Indonesia dan sekaligus menjadi pintu gerbang ke kawasan lain di timur sana, terus menata citranya sebagai daerah tujuan wisata potensial. Siapa yang tidak kenal kota Makassar dengan pantai Losari dan deretan benteng-benteng peninggalan sejarah? Atau siapa pula yang meragukan daya tarik magis Tana Toraja dengan upacara <a href="http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sulawesi Selatan; salah satu provinsi termaju di belahan timur Indonesia dan sekaligus menjadi pintu gerbang ke kawasan lain di timur sana, terus menata citranya sebagai daerah tujuan wisata potensial. Siapa yang tidak kenal kota Makassar dengan pantai Losari dan deretan benteng-benteng peninggalan sejarah? Atau siapa pula yang meragukan daya tarik magis Tana Toraja dengan upacara pemakamannya yang selalu menjadi pesta rakyat? Belum lagi Bantimurung, Tanjung Bira, dan kepulauan eksotis yang mengelilinginya. Semua menarik perhatian wisatawan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyadari sepenuhnya potensi ini dengan cara mempromosikannya sedemikian rupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ya ya ya, semua promosi yang sudah ada mungkin bagus. Kalau pun masih ada kekurangan tentunya sudah banyak masukan masyarakat yang menjadi acuan pengembangan wisata. Namun kalau dipikir-pikir lagi, apa saja sih elemen wisata yang selama ini menjadi perhatian? Kita coba runut ya:</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-917"></span>1. Keindahan alam</p>
<p style="text-align: justify;">2. Budaya dan adat-istiadat</p>
<p style="text-align: justify;">3. Peninggalan sejarah</p>
<p style="text-align: justify;">Hebat, tidak? Tentu hebat! Namun jangan lupa, setiap provinsi di Indonesia tidak mau kalah mempromosikan daerahnya masing-masing sebagai yang terhebat di Nusantara. Pokoknya kecap selalu nomor satu, bukan? Lalu apa lagi yang unik yang mesti digali?</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Apa yang saya cari?</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Saya ingin memulai dari diri sendiri dan kebiasaan pribadi ketika berwisata. Jika saya mendatangi sebuah daerah baru di Indonesia, maka mata dan telinga saya langsung bergerak menangkap pemandangan dan suara masyarakat yang secara sekilas dapat terwakili oleh media lokal. Jadi saya langsung mencari suratkabar lokal dan, begitu sampai di hotel, menyaksikan saluran televisi lokal sepanjang hari guna mendapat informasi umum tentang apa yang sedang terjadi di daerah tersebut. Bagi saya, meski keindahan alam Sulawesi Selatan sungguh menarik untuk disibak; kekayaan budaya dan alam pemikiran masyarakat lokalnya lebih mempesona. Dan itu berarti saya mesti menceburkan diri ke masyarakat lokal, membaui makanannya, mengalir bersama urat nadi perekonomiannya, dan memeluk sastra dan tradisi tulisnya. Sesungguhnya di balik keindahan alam dan tari-tarian pertunjukan adat, daya tarik Sulawesi Selatan yang terkaya adalah masyarakatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Call me a fool,</em> namun menurut perasaan saya, pendekatan promosi wisata yang ada di Indonesia, dan tentunya Sulawesi Selatan, cenderung menjauhkan turis dari warga lokal. Turis hanya memandang kehidupan warga dari balik bis ber-AC. Interaksi dengan masyarakat paling intim mungkin terjalin dengan para pemandu wisata saja, sementara masyarakat lokal umumnya terwakili oleh para pedagang di toko-toko souvenir atau warga sekitar dan komunikasi yang tercipta hanya sebatas bertukar senyum dan sapa sepatah-dua patah kata dalam Bahasa Indonesia; sambil tentunya disertai berpose di depan kamera. Itukah yang Anda sebut potensi wisata lokal?</p>
<p style="text-align: justify;">Yang saya inginkan adalah bertemu dan mengobrol dengan masyarakat dan segenap dinamika pemikirannya; kalau bisa disertai makan-makan di Coto Lamuru yang katanya terkenal namun sampai sekarang belum pernah saya cobai itu <em>(hiks!)</em>. Dan masyarakat mana lagi yang cocok untuk ditemui kalau bukan yang tergabung dalam komunitas-komunitas lokal?!</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu saya ingin mengajak Anda untuk berangan-angan. Mari ikuti perjalanan impian saya di Makassar, ibukota Sulawesi Selatan, dan mengadakan pertemuan imajiner dengan para komunitasnya.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">1. Komunitas Blogger Makassar</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Saya menyebut diri blogger, dan &#8216;pekerjaan&#8217; saya ketika bertandang ke kota lain adalah mencari para bloggernya untuk bersilaturahmi dan membicarakan persamaan-persamaan kita yang selalu menarik dibahas. Saya sudah mendengar bahwa <a href="http://angingmammiri.org" target="_blank">Komunitas Blogger Makassar &#8216;Anging Mammiri&#8217;</a> adalah yang terbesar dan aktif sekali berkegiatan. Mereka mempunyai agenda bulanan yang menarik, yakni <strong>Tudang Sipulung</strong> yang berupa <em>meetup</em> sambil membahas isu-isu hangat seputar <em>social media</em>, sastra, sampai petualangan. Topiknya setiap bulan selalu baru dan menarik sehingga saya ingin sekali menghadirinya. Tapi kapan jadwal dan di mana tempatnya, saya tidak tahu.</p>
<div id="attachment_921" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/am/" rel="attachment wp-att-921"><img class="size-full wp-image-921" title="AM" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/AM.jpg" alt="" width="604" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: radioholicz.com</p></div>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">2. Gerakan Makassar Tidak Kasar</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari gemasnya sekelompok warga Makassar tentang citra kotanya yang kasar dan semrawut, mereka bangkit mencetuskan gerakan <a href="http://makassartidakkasar.com" target="_blank">Makassar Tidak Kasar</a> dengan tujuan membuka mata masyarakat Indonesia dan dunia bahwa citra Makassar bukan hanya kekasaran saja melainkan kota yang penuh dengan kehidupan warga yang dinamis. Terakhir kali saya mendengar mereka bertemu pada tahun 2010 namun setelah itu tidak terdengar lagi kabarnya. Akan tetapi gerakan ini tetap menarik; saya ingin bertemu mereka.</p>
<div id="attachment_920" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/mkstdkksr-2/" rel="attachment wp-att-920"><img class="size-full wp-image-920" title="MksTdkKsr-2" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/MksTdkKsr-2.jpg" alt="" width="604" height="403" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: radioholicz.com</p></div>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">3. Makassar Berkebun</span></h3>
<p style="text-align: justify;">Ini juga komunitas yang sangat menarik dengan beban utama menghijaukan kota. <a href="http://makassarberkebun.org" target="_blank">Makassar Berkebun</a> memiliki <em>website</em> dan tampaknya sudah mendapat banyak dukungan. Jadwalnya terlihat sudah teratur meski saya kurang tahu sudah berapa kali mereka sempat melaksanakan panen. Coba kalau saya bertemu mereka, saya bisa belajar bercocok tanam sekaligus menyelamatkan bumi!</p>
<div id="attachment_924" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/berk-mks/" rel="attachment wp-att-924"><img class="size-full wp-image-924" title="berk-mks" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/berk-mks.png" alt="" width="480" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: faizalramadhan.com</p></div>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #ff6600;">4. Komunitas Sketcher Makassar</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak bisa menggambar sketsa. Namun <a href="http://radioholicz.com/seputar-makassar/geliat-baru-komunitas-sketcher-makassar.html" target="_blank">Komunitas Sketcher Makassar</a> nampaknya tidak pandang bulu siapa saja tamu yang datang dan langsung diberikan kertas dan peralatan sketsa. Alih-alih menggunakan kamera canggih, mereka meluangkan waktu di suatu tempat di kota Makassar dan menangkap emosi masyarakatnya melalui gambar sketsa. Hasilnya menakjubkan; dari 100 peserta kegiatan akan tercipta 100 sketsa berbeda untuk objek yang sama. Dan kesemuanya bercerita! Coba bayangkan jika saya ingin belajar menggambar dan Makassar adalah kota yang pertama kali teringat di otak akibat komunitas ini?! Wah, Makassar bisa menjadi kiblatnya para <em>sketcher</em>!</p>
<div id="attachment_922" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/sketcher3/" rel="attachment wp-att-922"><img class="size-full wp-image-922" title="Sketcher3" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/Sketcher3.jpg" alt="" width="500" height="256" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: radioholicz.com</p></div>
<h3 style="text-align: justify;"><span style="color: #ff6600;">5. Makassar Backpacker</span></h3>
<p style="text-align: justify;">Lupakan buku-buku panduan berbahasa asing dengan gambar-gambar menarik. Cara berpetualang terbaik menurut saya adalah bertemu dengan para pecinta perjalanan setempat dan menggali informasi lokal sedalam-dalamnya dari mereka. Para anggota <strong>Komunitas Makassar Backpacker</strong> paling tahu seluk-beluk gang dengan kuliner lokal terbaik; bagaimana caranya ke Bantimurung hanya dengan naik pete-pete; atau pulang-pergi Makassar-Toraja hanya berbekal uang ratusan ribu rupiah. Mereka adalah brosur wisata berjalan yang paling akurat dan pertemuan dengan mereka tidak akan pernah membuat saya tersesat.</p>
<div id="attachment_923" class="wp-caption aligncenter" style="width: 730px"><a href="http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/mb/" rel="attachment wp-att-923"><img class="size-full wp-image-923" title="mb" src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/mb.jpg" alt="" width="720" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">sumber: sembarangji.blogspot.com</p></div>
<h3 style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #99cc00;">Ajakan Berpetualang</span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Bapak-Ibu para penentu kebijakan pariwisata Sulawesi Selatan yang saya hormati. Kelima contoh di atas hanya sebagian kecil di antara komunitas yang ada di provinsi Anda. Namun jika saya ingin bertemu mereka, ke mana saya harus mencari informasi? Adakah agenda berikutnya atau agenda tahunan sehingga bila perlu saya akan menyesuaikan jadwal kunjungan untuk menghadiri acara tersebut? Alangkah baiknya jika Anda merangkul mereka, menanyakan jadwal kegiatan untuk dimasukkan ke dalam agenda pariwisata tahunan provinsi, bahkan mendukung mereka dalam daya dan dana.</p>
<p style="text-align: justify;">Jikalau itu Anda lakukan, tahukah Anda apa hasilnya? Promosi yang keluar bukan lagi jargon-jargon indah tapi semu, melainkan cerita dan kesaksian hidup dari warga Sulawesi Selatan akan keindahan tempat tinggalnya . Bahkan biaya yang Anda keluarkan mungkin tidak terlalu besar dibandingkan ongkos iklan televisi yang biasa dilaksanakan. Makassar dan Sulawesi Selatan adalah gudangnya para kaum intelektual Indonesia dan semestinya masyarakat lokal bisa menceritakan sendiri kebanggaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekali lagi, masyarakat Sulawesi Selatan adalah aset pariwisata terbesar melebihi pohon dan batu benteng yang tak mampu berbicara. Masyarakat Sulawesi Selatan, yang terbukti dari mahakarya La Galigo memiliki tingkat peradaban yang tinggi, akan mampu menyambung lidah Anda dalam mempromosikan pariwisata melalui aktivitas mereka sehari-hari. Dan hal itu, dalam angan-angan saya, justru menjadi magnet terkuat bagi para pengunjung.</p>
<p style="text-align: justify;">Bapak-Ibu yang saya hormati. Saya sudah merencanakan kunjungan ke Sulawesi Selatan pada bulan November 2012 ini selama dua minggu, mungkin lebih. Dapatkah Anda memberi saran pada saya, komunitas mana yang menarik untuk ditemui? Saya tidak ingin sekadar berwisata ke Sulawesi Selatan. Saya ingin menjelajahinya, menyelaminya, dan mengalir bersamanya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://southsulawesitourism.com/"><img src="http://indobrad.web.id/wp-content/uploads/2012/03/banner-south-sulawesi-tourism-3.png" alt="" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indobrad.web.id/2012/03/angan-angan-wisata-sulawesi-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

