Syarat Mengurus SKCK 2016

Setelah kurang-lebih 20 tahun tidak mengurus SKCK (terakhir mengurusnya sewaktu lulus SMA dan waktu itu dokumen ini masih bernama SKKB), akhirnya saya kembali mengurus dokumen tersebut minggu lalu untuk keperluan melamar pekerjaan. Yang saya dengar, proses pengurusan SKCK sekarang relatif cepat dan hanya memakan waktu 15 menit per berkas (tidak termasuk masa tunggu antrian). Yang merepotkan justru bukan di kantor polisinya, melainkan dokumen pendukung yang harus disiapkan sebelumnya yakni Surat Pengantar dari Kelurahan, yang itu juga artinya saya harus menyambangi RT dan RW setempat untuk meminta surat dari mereka.

Namun harap diperhatikan: ternyata ada beberapa poin persyaratan yang berbeda dengan informasi yang tertera di situs resmi POLRI dan sepertinya bervariasi tergantung kantor polisi mana yang kita datangi. Berikut saya bagikan pengalaman mengurus SKCK di salah satu Polsek di Kota Bekasi.

Continue reading Syarat Mengurus SKCK 2016

Digital Banking? Ya Sinarmas lah!

Antri. Sesuatu yang saya benci sejak dulu. Terlebih lagi kalau ada orang yang seenaknya menyerobot antri, entah itu di minimarket, bank, stasiun, bandara, dsb. Bahkan ada yang sudah ditegur tapi merespon teguran tersebut dengan angkuh. Eh, tapi saya bukan mau curcol soal antrian, sih. Yang lebih saya perhatikan adalah waktu yang terbuang hanya untuk sekadar antri (misalnya) di bank, sementara waktu saya seharusnya bisa lebih dimanfaatkan untuk hal-hal lain. Tapi urusan antri di bank memang sulit dihindari karena memang transaksinya penting. Saya jadi berpikir, bisa gak sih perbankan kita berinovasi dalam layanan untuk memotong bahkan menghilangkan keharusan antri atau bahkan pergi ke bank?

Source: banksinarmas.com

Continue reading Digital Banking? Ya Sinarmas lah!

#miladeBlogger7 Komunitas Blogger Depok

Tak terasa, hari ini Komunitas Blogger Depok (deBlogger) telah menginjak usia 7 tahun. Telah banyak hal yang dialami sejak berdirinya komunitas ini pada 31 Mei 2009 lalu di kota satelit Jakarta yang selalu macet namun ramai itu. Awalnya sederhana, sekelompok anak muda yang punya ikatan sosial dan emosional dengan Depok ingin membuka wadah bagi warga kota untuk bersuara melalui blog.

Continue reading #miladeBlogger7 Komunitas Blogger Depok

Candi Angin, Sekali Lagi

Kangen Jepara!

Pemikiran itu tercetus begitu saja kala saya sedang dilanda kesibukan kerja dan hati serta badan ini seolah berontak ingin kabur. Ya, kebiasaan saya jika kalut melanda adalah kabur, utamanya ke pegunungan. Teman-teman saya sudah paham akan kebiasaan ini. Nah, kali ini yang menjadi sumber kerinduan adalah Jepara, sebuah kabupaten tempat saya pernah bertugas selama 6 bulan dan selalu memanggil-manggil dalam mimpi. Ya sudah, pokoknya saya harus ke sana lagi! Maka setelah membeli tiket kereta api secepat kilat via aplikasi online, saya pergi dengan kereta malam Tawang Jaya yang berangkat jam 23.00 dari Stasiun Pasar Senen dan tiba di Semarang Poncol jam 05.52 pagi hari. Perjalanan lalu dilanjutkan dengan layanan travel Bejeu yang menjemput saya di Masjid Agung Simpang Lima Semarang. Jepara, here I come!

Continue reading Candi Angin, Sekali Lagi

Berkenalan dengan Brave Browser

Teman-teman pasti sering dong menjelajah aplikasi pesan instan atau media sosial lalu melihat URL berisi info menarik dan kemudian meng-klik tersebut? Nah, setelah meng-klik tautan tersebut, pasti teman-teman sering langsung dibawa ke peramban yang ada di gawai yang penampakannya full screen dan kita terpaksa menunggu hingga proses unduh semua isi halaman tersebut selesai. Bahkan rasa frustrasi kita bertambah karena ini berarti kita terpaksa menangani peramban tersebut sementara aplikasi sebelumnya tidak bisa diakses. Ditambah lagi dengan kecepatan pemuatan peramban yang lambat karena harus memuat semua informasi, gambar, video, bahkan iklan! Hmm lengkap sudah.

Berawal dari seorang kawan lama di dunia komunitas, Bung Viking Karwur, yang mengenalkan sebuah peramban baru, saya lalu tertarik mencoba aplikasi tersebut. Namanya Brave, sebuah aplikasi peramban yang bisa digunakan oleh para pengguna Android, iOS, Mac, Winx64, dan Linux. OK, saya tampilkan dulu halaman unduhannya di Google Play Store:

Continue reading Berkenalan dengan Brave Browser

Alphabet: The Javanese Way

According to sixtyvocab.com, there are around 46(?) different alphabets or writing systems in the world today. This is, of course, debatable, since I hardly believe that they counted all the complex writing systems that many tribes or groups of people still use in Indonesia, India, or Africa.

Thanks to Sukarno, our founding father, we don’t have to struggle with studying the Javanese Honocoroko or the Arabic-Malay Jawi scripts and learn Roman characters instead. But it is heartwarming to see that many regional governments in the archipelago are trying to revive the local scripts by putting them on road signs or government offices.

On a recent trip to Yogyakarta, I encountered a few signs written in both Roman and Javanese letters:

Malioboro Street. The Javanese writing beneath exactly spells the name (I think).
Try this one that I saw outside Ullen Sentalu Museum. The writing above is actually in Roman characters but stylized in Javanese script. Can you read it? It’s ‘nDalem Kaswargan’ (House of Paradise).

I guess we learn something new everyday, ey?πŸ˜€

===

More takes on Weekly Photo Challenge: Alphabet.

So Long 2015

Let’s start today’s post by showing you the best nine pictures of my Instagram account from 2015. Pretty awesome, ey?! ☺

Thank you 2015 for having been kind to me despite all odds. Thank God for making my dreams come true. I’m far from a man who has pleased Him, but I pray that I will see Him guide me through all ups and downs.

And I wish you, my fellow bloggers, the best of blogging year ahead. Happy New Year 2016!